Program Konsultansi Artikel, Menumbuhkan Semangat Publikasi Pada Dosen Muda Universitas Terbuka

“Program ini membantu teman-teman dosen muda UT untuk fokus terhadap kenaikan jabatan fungisonal”

Pondok Cabe, Staff.ut.ac.id – Universitas Terbuka melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat mengambil langkah cepat untuk meningkatkan publikasi, hal tersebut disampaikan oleh Ketua LPPM UT Prof. Dr. Karnedi, MA saat membuka kegiatan penulisan artikel untuk publis pada Jurnal Akreditasi Sinta di Gedung LPPM lantai 2.

Program Konsultansi menghubungan seluruh UPBJJ UT dengan Video Conference

Ketua Pusat Penelitian Keilmuan yang memprakarsai kegiatan ini menambahkan bahwa kegiatan ini adalah yang pertama kali dilakukan oleh UT untuk mendukung dosen muda (CPNS) untuk fokus pada jabatan fungsional.  Menurut Gorky, “teman-teman Dosen UT harus segara mengusulkan jabatan fungsional agar akreditasi UT juga meningkat yang pada akhir akan meningkatkan juga jumlah Profesor”. Sebut Gorky

Narasumber dalam kegiatan ini adalah dosen dilingkungan Universitas Terbuka yang memiliki pengalaman publikasi Jurnal bereputasi Nasional maupun Internasional, yaitu

  • Prof. Dr. Maximus Gorky Sembiring, M.Sc. (FKIP-UT)
  • Dr. Fatia Fatimah, S.Si., M.Pd (UT-Padang/ FMIPA)
  • Dr.E. Andriyansah, SE., MM. (FE-UT)
Sesi Tanya Jawab dan Telaah Artikel

Kegiatan pelatihan ini laksanakan 19-20 September 2019 di Gedung LPPM-UT lantai dua dengan pola tatap muka langsung dan tatap muka melalui media yaitu video conference yang menghubungkan Universitas Terbuka di Pondok Cabe dengan seluruh UPBJJ-UT yang ada diseluruh Indonesia.

Lebih Lanjut Gorky menjelaskan bahwa dosen baik di UT Pusat Maupun di UPBJJ namanya tidak berubah tetap Dosen,  jadi tidak alasan untuk teman-teman berhenti menulis. Gorky menyampaikan apresiasinya kepada Mohamad Nasoha, S.E., M.Sc. Kepala UPBJJ-UT  Gorontalo dan Safriansyah, S.Sos., M.Si. Kepala UPBJJ-UT Sorong yang memberikan dukungan dan pendampingan kepada dosen muda yang ditugaskan diunit mereka untuk mengikuti kegiatan tersebut hingga tuntas dan penuh komitmen untuk dapat publis.

Pada paparan penyampaian materi strategi untuk menembus jurnal bereputasi, Fatia Fatimah yang  berkualifikasi pendidikan Doktor bidang Matematika yang saat ini bertugas

Dr. Fatia Fatimah, saat memberikan materi kegiatan Konsultansi

sebagai Penanggung Jawab Bidang Bantuan Belajar dan Layanan Bahan Ajar (BBLBA) pada Unit Pelaksana Teknis Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka Padang (UPT-UPBJJ UT Padang) menyebutkan bahwa  program ini merupakan terobosan yang luar biasa untuk meningkatkan indeks publikasi, “budaya publikasi merupakan spirit  Tri Dharma  yang akan semakin meningkatkan wibawa akademik sebagai seorang dosen UT”, sebut pemilik predikat cum laude Program Doktoral pada Program Studi Matematika UGM, diselah tanya jawab dan telaah artikel peserta.

 

Wakil Rektor Bidang Akademik, Yakini Publikasi UT Tahun 2020 Akan Meningkat

“Semangat teman-teman, memancing saya bersemangat untuk publiskasi paper, karena suka-suka tidak suka semua dosen harus publikasi paper berbasis riset”

Jakarta, staff.ut.ac.id – Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Terbuka Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. dalam sambutan pembukaan kegiatan pendampingan penulisan artikel pada jurnal bereputasi Batch-4 di Jakarta (05/10/2019) mengatakan “untuk dosen dilingkungan Universitas Terbuka (UT) publikasi paper sudah saatnya menjadi jiwa bukan lagi hanya sekedar  memenuhi kewajiban luaran proposal penelitian”. ucap Yunus diikuti tawa peserta.

Hal yang disampaikan oleh Yunus tersebut bukan tanpa alasan, namun mendasar pada data  dosen

Wakil Rektor Bidang Akademik saat memberikan sambutan dan motivasi pada pendampingan penulisan artikel

UT yang tersebar di seluruh Nusantara yang memiliki kualifikasi pendidikan mulai dari S2 hingga S3 tentunya mumpuni dan  kapabel untuk itu. Selain itu Yunus juga menyebutkan beberapa fasilitas  yang sudah ada dan akan disiapkan oleh UT

Moment Foto Bersama Peserta Kegiatan Batch-4

untuk mendorong kebiasaan menulis tersebut, semisal penyediaan tools yang mendukung  penelitian dan penulisan artikel ilmiah.  Kegiatan pendampingan penulisan artikel untuk publis pada jurnal bereputasi yang di kelola oleh LPPM ini merupakan salah satu fasilitas yang diberikan untuk mendukung habit tersebut, kalau sekarang sampai batch-4 maka tahun 2020 intensitas kegiatan tersebut akan kita tambah dan saya yakin publikasi UT pada jurnal bereputasi akan meningkat juga, ungkap Yunus penuh keyakinan.

Pembukaan kegiatan pedampingan penulisan artikel ini dihadiri juga oleh Ketua LPPM-UT Prof. Dr. Karnedi, MA dan Sekretaris LPPM Dr, Ake Wihadanto, MT. Adapun kegiatan tersebut  dilaksanakan 5-8 Oktober 2019.  Kepala Pusat Penelitian Keilmuan Prof. Dr. Maximus Gorky Sembiring, MSc dalam pengantarnya menyampaikan bahwa kegiatan ini, bertujuan untuk kembali membangkitkan semangat publikasi dosen UT, jika dikonsinyering (dikumpulkan pada satu tempat) seperti ini maka  sharing knowledge sesama penulis akan menambah motivasi  ditambah lagi dengan dukungan  fasilitator yang berpengalaman dan  pastinya bersedia berbagi, jelas Gorky.

Pada batch penutup ini sedikit berbeda dengan batch sebelumnya, pada  batch ini sangat istimewa karena dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik. Selain itu fasilitator dalam kegiatan Batch-4  ini juga mengalami sedikit perbedaan dengan batch sebelumnya, yang sama persis hanya  tempat pelaksanaannya   saja.

Fasilitator bersama Warek bidang Akademik serta Pimpinan LPPM UT

Fasilitator yang lolos seleksipun merupakan  yang terbaik dari beberapa form pendamping yang masuk ke LPPM.   Mereka yang  terpilih merupakan personal yang secara prinsip  bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mempublikasikan paper pada jurnal bereputasi. Fasilitator tersebut tidak saja dari Universitas Terbuka namun dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta(PTN/S). Syarat pendukung lainnya yang dimiliki fasilitator adalah  tidak saja mempunyai pengalaman dalam publikasi paper namun juga mempunyai kemahiran dalam memanfaatkan tools penelitian. Fasilitator yang terpilih dalam penyelenggaran Batch-4 ini antara lain.

  • Adhi Susilo, S.Pt., M.Biotech.St., Ph.D. (Universitas Terbuka)
  • Ari Warokka,  M.Sc., MDEM., MCEUE., DEA., PhD. (Universitas Negeri Jakarta)
  • Dr. Jasanta Peranginangin, SE., MM. (IAIN Surakarta)
  • Dr. Udin, SPd., MM.(Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)
  • Muhammad Tanzil Multazam, SH., MKn.(Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)
  • Dr. Lela Nurlaela Wati, S.E.,M.M.(STIE Muhammadiyah Jakarta)

Masih dalam pengantar Gorky,   peserta  lolos seleksi untuk mengikuti kegiatan ini ada 27 orang sementara yang tidak lolos sebanyak 6 orang.  Tahun depan LPPM akan kembali mengadakan kegiatan serupa namun akan berkoordinasi dengan unit terkait, hal ini dengan pertimbangan kualitas dan kuantitas serta waktu pelaksanaan, namun yang terpenting adalah peserta yang lolos untuk mengikuti kegiatan ini semakin meningkat sehingga perlu ada pelatihan dasar sebelum sampai ketahap konsinyering seperti ini, harap Gorky mengakhiri pengantarnya.

Universitas Terbuka Kembangkan Bahan Ajar Interaktif yang “clikable”

“Menyikapi kebutuhan bahan ajar yang adaptif dan komunikatif Universitas Terbuka mengembangkan bahan ajar interaktif yang clikable“.

Bogor,Staff.ut.ac.id-Seiring dengan berkembangnya pemanfaatan teknologi khususnya smartphone,mendorong lahirnya kreatifikas dalam berbagai hal. Dunia pendidikan pun tak mau ketinggalan posisi dalam mengaplikatifkan peran dan fungsinya sehingga bermunculanlah pelayanan-pelayanan pendidikan berbasis teknologi. Belakangan ini sudah berkembang buku dan media massa versi digital yang memanjakan konsumernya disetiap waktu untuk mengupdate informasi. Langkah strategispun diambil Universitas Terbuka dalam mengembangkan bahan ajar untuk para mahasiswanya yang berada diseluruh wilayah Indonesia bahkan luar negeri.  

Bahan ajar digital yang sudah dikembangkan Universitas Terbuka, kini kembali lebih inovatif yaitu dengan dikembangkannya  bahan ajar interaktif. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Mohamad Yunus dalam pemaparan mengenai bahan ajar versi interaktif pada kegiatan percepatan bahan ajar di Bogor, Senin (17/06/2019).

Wakil Rektor bidang akademik tersebut juga menyebutkan bahwa bahan ajar Universitas Terbuka itu sudah tidak lagi dimanfaatkan oleh UT namun digunakan juga oleh berbagai perguruan tinggi.  Menyinggung mengenai bahan ajar. UT saat ini akan membuat perubahaan yang lebih adapatif atau clikable istilah yang disebut oleh oleh Yunus panggilan akrab Warek ini.

Dekan FE UT Dr. Ali Muktiyanto sedang memberikan sambutan kegiatan percepatan bahan ajar.

Dihadapan penulis bahan ajar yang bergelar akademik Guru Besar dan Doktor, berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta serta mempunyai keahlian dibidangnya. Yunus kembali menyebutkan bahwa bahan ajar tersebut  didesain lebih aplikatif dan komunikatif, memang sangat bergantung pada akses jaringan internet, jelas Yunus. bahan ajar tersebut nantinya akan diterapkan pada program pasca sarjana. “untuk tahap awal akan diterapkan untuk pembuatan bahan ajar progam pasca sarja atau prodi baru”, Ucap Yunus.

Sebelumnya, ditempat yang sama Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka Dr. Ali Muktiyanto, M.Si dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan percepatan penulisan bahan ajar dilaksanakan dikarenakan pada bulan Juli 2019 Fakultas Ekonomi sudah menerima mahasiswa pada program studi yang baru dibuka. ” Juli 2019 FE UT akan menerima mahasiswa pada Program Studi S1 Manajemen dan S3 Program Doktor Ilmu Manajemen oleh karena itu semua ketersediaan bahan ajar sudah harus lengkap” Sebut Ali.

Progam studi baru yang akan mulai menerima mahasiswa pada Juli 2019, menunjukan bahwa Universitas Terbuka, merupakan perguruan tinggi yang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Program studi tersebut dapat menjadikan UT khususnya Fakultas Ekonomi sebagai rujukan untuk masyarakat Indonesia melanjutkan pendidikan  tingginya dengan berbagai keahlian yang ditawarkan, ungkap Ali mengakhiri sambutannya.

Dies Natalis ke-35, Universitas Terbuka Gelar Ekspose Produk Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

“Penelitian dan Publikasi sudah menjadi indeks untuk penilian keterccapaian kinerja Universitas Terbuka,  melalui kegiatan ini semoga dapat  mendorong peningkatan peningkatan dan publikasi”

Pondok Cabe, staff.ut.ac.id – Bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2019, Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat, PhD meresmikan pembukaan Dies Natalis ke-35 (Lustrum

Rektor UT Bersama Prof Atwi Suparman, Saat Mengunjungi Stan BP Geru (Bahan Pembelajaran Generasi Baru)

ke-VII).  Dalam pembukaan kegiatan ekspose penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan di gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC). Penelitian saat ini sudah menjadi salah satu indeks untuk ketercapaian Universitas Terbuka, sehingga penelitian yang ada di lingkungan Universitas Terbuka akan dilebih didorong untuk pencapaian tersebut. “Universitas Terbuka mendorong semua civitas untuk meneliti dan mengeksplor ide-ide untuk keilmuan dan pengembangan institusi” ungkap Ojat panggilan akrab Rektor UT ini.

Selain itu,  rektor juga mengingatkan agar dosen Universitas Terbuka dapat meningkatkan publikasi ilmiah dari hasil penelitiannya, hal ini juga penting karena sejalan dengan indeks pencapaian kinerja  universitas tersebut.  Beberapa Produk yang ditampilkan pada kegiatan tersebut antara lain, Surat pencatatan Ciptaan Kekayaan Intelektual (HKI), Bahan Pembelajaran Generasi Baru (BP Geru), Produk pengabdian kepada masyarakat serta produk lainnya seperti poster, artikel yang sudah publis pada jurnal bereputasi mulai dari terindek hingga Q1 serta beberapa produk lainya yang merupakan karya Dosen Universitas Terbuka.

Ketua panitia pelaksana kegiatan ini Dr. Andriyansah, SE, MM dalam laporannya

Prof Gorky Sembiring, Menjelaskan Proses Mendapatkan Surat Pencatatan Hak Kekayaan Intelektual miliknya.

menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan para peniliti sehingga dapat melakukan penelitian bahkan dapat publikasi artikel ilmiah lintas fakultas. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan sekaligus awal pembukaan kegiatan Dies Natalis atau Lustrum. Andri mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan sejarah baru, karena ini yang pertama kali dilakukan untuk menstimulus peneliti dengan melihat produk hasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk diekspose. Selain Produk ada juga presentasi dari beberapa peneliti yang menyampaikan hasil temuan mereka baik unuk sumbangan terhadap ilmu pengetahuan, juga terhadap pengembangan institusi Universitas Terbuka. “Semoga kegiatan ini dapat memacuh semangat peneliti dan memberikan sumbangan ide-ide baru dalam melakukan penilitian kedepannya” Ucap Andri mengakhiri laporannya.

 

Gantikan Peran Sang Ayah, Mahasiswa Bidikmisi Ini Mahir Baca Tanda-tanda Alam

“Untuk Mencari Ikan dan hasil laut lainnya dapat melihat dari tanda-tanda alam seperti suhu air, warna air, arah angin serta musim”

Pontianak, staff.ut.ac.id – Suatu hal yang tidak akan pernah punah dalam kehidupan kita adalah mimpi, karenanya semua makluk hidup berhak untuk mempunyai mimpi sebaik mungkin, berbekal itu pulalah masa depan akan dijemput. Namun terkadang kenyataan tidak seindah dengan mimpi walaupun demikian kenyataaan hidup harus tetap dijalani karena itu adalah bekal terbaik yang mengasah kecerdasan emosional untuk menjadi baik.

Mimpi  hadir tidak pernah melihat jenis kulit atau apapun karena

M Rizaldy, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka Jurusan Ekonomi Pembangunan. Mahir membaca tanda-tanda Alam

semuannya punya hak yang sama begitu juga  remaja satu ini, impiannya adalah untuk menjadi seorang guru. Menurutnya Guru adalah sosok yang saya hormati dan saya teladani kelakar Izal, “Setiap perkataan dan perbuataan guru akan selalu menjadi panutan”.

Kekagumannya pada Profesi guru sedari SD, karena Guru banyak berperan mengajarkan membaca dan berperilaku, terlebih dari SD hingga SMA kita selalu diajar dan didik oleh guru. Oleh karena itulah sosok remaja kelahiran tahun 1997 bercita-cita ingin menjadi seorang guru.

Cita-cita tersebut seperti tinggallah cita-cita,  M. Rizaldy nama lengkap remaja Pontianak ini harus menyimpan impiannya tersebut didalam sanubarinya. Sosok pria yang membesarkan dan yang dibanggakannya, sang ayahanda tercinta lebih dahulu  dipanggil mengahadap Pencipta-Nya. 

Kini, Izal  panggillan akrabnya  yang juga memiliki darah suku Bugis menjadi tulang punggung untuk ibu dan adiknya.  Anak  ke-3 dari 4 bersaudara ini memutuskan untuk  menggantikan peran ayahandanya menjadi nelayan demi memenuhi kehidupan sehari-hari.  Ilmu bernelayan didapatnya dari sang ayah sedari dirinya berada dibangku SMP. Izal berkisah,  kalau semasa hidup ayah selalu mengajak dan mengajarkan ilmu mencari ikan, namun lebih khususnya mencari udang dan sotong. “ayah ngajari melihat tanda-tanda alam, seperti suhu air, putaran air, warna air, serta musim, kalo itu sudah terlihat Insya Allah akan ada hasil tangkapannya” ucap izal.  Pendapatannya dari hasil melaut setelah dikurangi  biaya membeli bahan bakar dan lain-lainya yaitu Rp.100.000 hingga Rp.200.00 perhari.

Setiap pagi setelah sholat subuh adalah waktu Izal untuk memulai mencari

Saat mengikuti Kelas Tutorial bersama rekan satu angkatan

ikan dengan menahkodai kapal berukuran panjang 11 m dan lebar 2 m. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk hari Sabtu dan Minggu. Hari tersebut merupakan waktu yang khusus baginya untuk mengikuti tutorial tatap muka. Saat ini remaja kelahiran 25 Februari ini tercatat sebagai mahasiswa Universitas Terbuka registrasi UPBJJ Pontianak dengan program beasiswa bidikmisi jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi. Hal tersebutpun  dibenarkan oleh Kepala UPBJJ-UT Pontianak Dr. Tati Rajati bahwa yang bersangkutan terregistrasi pada tahun akademik 2015.

Untuk mengikuti kegiatan tutorial dia harus mengarungi sungai Kapuas yang memakan waktu selama 1 jam, karena tempat tinggalnya tidak satu daratan dengan Kota Pontianak, tepatnya di  Pulau Tanjung Saleh Parit Pangeran.  Ongkos yang dikeluarnya untuk penyebarangan Rp.14.000 (PP), dengan demikian Izal tak patah semangat dirinya tetap bersemangat mengikuti tutorial meskipun harus menginap ditempat sahabatnya apabila ada kegiatan tutorial dihari Minggu.

Waktu belajarnya adalah sehabis sholat Isya, sekitar 2 jam setiap hari dirinya membaca modul, selain membaca juga membuat ringkasan dan menandai buku agar mudah mengingatnya.  Ditanya mengenai pembelajaran di UT, Alumni SMA Sungai Kakap ini sangat terbantu dan tidak tergangu. selain belajarnya tidak menghalanginya untuk mencari uang, namun dibantu pula dengan tutorial online ” yang menggangu hanya signal, maklum jauh dari kota” canda Izal bercerita susahnya signal ditempat tinggalnya, sembari mengakhiri perbincangan.  

 

Akomodasi Keinginan Dosen Publis Pada Jurnal Bereputasi, LPPM Fasilitasi dengan Batch-2

 “Lancarkan keinginan Dosen di lingkungan Universitas Terbuka untuk dapat publis pada jurnal bereputasi seperti scopus. LPPM Universitas Terbuka kembali adakan Batch-2 kegiatan Konsinyering penulisan artikel ilmiah pada jurnal bereputasi”

Jakarta, staff.ut.ac.id – Setelah mengalami penundaan dua bulan akhirnya kegiatan yang banyak ditunggu-tunggu  akhirnya dapat dilaksanakan Selasa-Sabtu (30 April – 06 Mei 2019) bertempat disalahsatu hotel diwilayah Lebak Bulus Simatupang Jakarta Selatan dengan jumlah peserta sebanyak 34 Orang  yang berstatus dosen  berasal dari seluruh wilayah kerja  di Lingkungan Universitas Terbuka .

Secara resmi kegiatan konsinyering pendampingan penulisan artikel pada

Dr. Ake Wihadanto, SE, MT saat membuka kegiatan Konsinyering Batch-2

jurnal bereputasi di buka oleh Sekretaris LPPM Dr. Ake Wihadanto selaku Plh Ketua LPPM Universitas Terbuka.  Dalam sambutannya Ake menyampaikan LPPM  Universitas Terbuka (LPPM-UT) telah merancang berbagai kegiatan untuk meningkatkan  Academic Spirit para dosen dan peneliti. Menyinggung mengenai insentif  produk akaemik, Ake menjelaskan bahwa  UT telah menerbitkan Keputusan Rektor no.106, Menurut Ake SK tersebut tidak hanya menjanjikan belaka tapi menjaminnya dengan insentif sesuai klasifikasi untuk semua karya atau produk akademik dosen dan peneliti di lingkungan Universitas Terbuka, “Bapak/Ibu Dosen Jangan khawatir semua produk akademik peneliti dan penulis di lingkungan Universitas Terbuka, Insentifnya dijamin oleh Keputusan Rektor” Sebut Ake pada acara pembukaan.

Dalam kesempatan yang sama, pada saat pembukaan kegiatan di penghujung bulan April ini,  Prof Maximus Groky Sembiring, MSc selaku

Prof Maximus Gorky Sembiring bersama salah satu peserta Dr.Iqbal Miftakhul Mujtahid

penanggungjawab kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Universitas Terbuka Jauh tertinggal untuk masalah publikasi keilmuan, namun disisi lain UT mempunyai keunggulan publikasi penilitian Pendidikan Terbuka dan Pendidikan  Tinggi Jarak Jauh yang pertama di Indonesia.  Oleh karena itu pekerjaan rumah UT selain meningkatkan publikasi keilmuan UT Juga akan meningkatkan kualitas Jurnal Jarak Jauh yang menjadi benchmark bagi pendidikan jarak jauh yang sekarang sudah menjamur “Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak  Jauh milik UT,seharusnya sudah banyak dikutip para peneliti dan penulis yang baru menerapkan sistem  pendidikan jarak jauh, ini juga PR kita agar Jurnal tersebut banyak dirujuk”  Imbuh Gorky saat menyampaikan rencana kerja Pusat Penelitian Keilmuan yang di pimpinya.

Sama dengan batch sebelumnya, batch-2 ini pun kembali membuat terobosan pada submit paper. Berjumlah 34 peserta namun paper yang berhasil disubmit sebanyak 36 Paper, artinya ada 2 paper yang sudah disiapkan oleh peserta untuk mendapatkan masukan dan arahan dari

(Dari kiri) Dr. Jasanta Peranginangin; Dr(Cand) Udin; Ari Warokka PhD; Dr Fatia Fatimah; Mochammad Tanzil Multazam, M.Kn; Muhammad Nur Hudha, M.Pd.

pendamping Kegiatan.  Para ahli yang menjadi pendamping pada kegiatan ini adalah  mereka yang telah lulus seleksi adminsitrasi oleh LPPM seperti telah publis artikel pada jurnal bereputasi seperti scopus, mempunyai indeks sebagai penulis  minimal 2 serta menguasai alat (tools) penelitian. Adapun para ahli tersebut antara lain: Dr. Jasanta Perangingangin, S.E., M.M. (IAIN-Surakarta); Dr (cand) Udin, S.Pd., M.M. ( Doctoral Student Undip); Ari Warokka, PhD, MSc, MDEM, MCEUE, DEA (Universitas Negeri Jakarta); Dr. Fatia Fatimah, S.Si., M.Pd (Universitas Terbuka-Padang); Mochammad Tanzil Multazam, M.Kn (Universitas Muhammdiyah Sidoarjo); Muhammad Nur Hudha, M.Pd (Universitas Kanjuhuran Malang). 

Acara yang berlangsung 5 (lima) hari ini memang tidak lepas sinergi dari berbagai pihak, selaku ketua pelaksana Dr. Andriyansah saat acara penutupan mengahaturkan ucapan terimakasih kepada berbagai pihak seperti pendamping yang telah meluangkan waktu untuk mendampingi bahkan lebih dari sekedar mendampingi hingga perserta berhasil untuk submit, serta terimakasih ditujukan kepada pihak pendukung di LPPM. “semoga kegiatan ini akan lebih baik pada batch berikut, dari sisi peserta  mindsetnya sudah mulai beralih tidak hanya fokus submit namun pasca kegiatan yaitu peningkatkan kemandirian menulis terekam dengan baik  yang didapat dari hasil kegiatan ini” ucapnya mengakhiri kegiatan konsinyering pendampingan penulisan artikel pada jurnal bereputasi batch-2 . 

Ingin Jadi Pengusaha Rumah Makan, Mahasiswa Bidikmisi Rintis Usaha Warung Lalapan di Kota Sorong

“Lahir dan dibesarkan di Kota Minyak Sorong, Setelah Lulus dari Jurusan Manajemen Universitas Terbuka Anisa ingin mewujudkan mimpinya membuka usaha rumah makan dari Kota Sorong hingga Sabang. Mahasiswa Program Bidikmisi ini bersyukur dapat duduk dibangku perguruan tinggi, namun juga bersedih karena program tersebut tidak ada lagi setelah angkatannya padahal program tersebut sangat membantu”.

Sorong, staff.ut.ac.id – Diselah tugas mewawancarai dan mendalami tutor berprestasi, kesempatan untuk bertemu dengan mahasiswa adalah hal yang tidak pernah terlewati, adalah hari Jumat-Sabtu (05-06/04/2019) waktu yang disiapkan kepala UPBJJ Sorong  bapak Safriansyah, S.Sos., M.Si untuk bersilaturahmi dengan mahasiswa UPBJJ Sorong selepas kegiatan tutorial tatap muka (TTM).

Bersama teman satu angkatan saat mengikuti kelas Tutorial Tatap Muka (TTM)

Beruntung dapat hadir ditengah intelektual muda kota Sorong yang notabene adalah mahasiswa Universitas Terbuka registrasi 2017.2. Banyak cerita yang didapat dari pertemuan dengan kaum milenial Kota Sorong ini.  Semua aktivitas mahasiswa tersebut merupakan praktik baik yang patut dikiranya  dituangkan dalam tulisan,  namun satu kisah berikut terilhami dari perjuangan Kartini yang menjadi menginspirasinya serta  semangat wirausaha  yang digelutinya.

Kisah ini bermula dari usaha nasi kuning milik orang tuanya, namun kini Nisa  berani memutuskan membuka usaha warung lalapan meskipun masih tergolong usaha bersama keluarganya. Nisa berkisah, ketika menerima bea siswa bidikmisi dia berpikir bahwa uang tersebut tidak boleh mengendap lama di bank, karena uang tersebut sudah diberikan pemerintah untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya, “uang tersebut harus saya putar buat usaha, biar tidak berhenti sampai tabungan saja” ungkap Nisa saat ditanya digunakan untuk apa saja bea siswa bidikmisi.

Dara berparas cantik kelahiran Sorong bulan Agustus tahun 1999,  sempat putus asa ketika niatnya untuk menjadi pramugari tidak kunjung mendapat restu dari orang tuanya meskipun keinginan tersebut sudah disampaikannya sedari duduk kelas 11 MAN Model Sorong.  Kini kepercayaan diri Nisa kembali bangkit  setelah bergabung dengan Universitas Terbuka  perguruan tinggi negeri banyak mata kuliah yang  berkatian dengan bisnis yang sedang ditekuninya saat ini. Sehinga cita-cita Nisa pun berpindah haluan untuk menjadi pengusaha rumah makan yang terkenal dengan cabangnya  dari  Sorong hingga Sabang.

Mulai dari pukul 17.00 – 00.00 WIT adalah waktu untuk Nisa menjalankan usahanya, menurutnya waktu tersebut adalah waktu yang prima (prime time) untuk membuka warung, tentu waktu yang tidak biasa disaat pelajar/mahasiswa lain memulai waktu belajarnya. 

Anisa Nur Azizah dari Warungya (07/04/2019) Saat Mengikuti Tuton EKMA 4215 Manajemen Operasi.

Saat ditanya mengenai cara membagi waktunya antara menjalankan usaha dan belajar Anisa Nur Azizah menyebutkan bahwa dia sangat bersyukur dapat kuliah dan berusaha karena di Universitas Terbuka mahasiswa diorientasikan untuk belajar mandiri tidak terpaku oleh waktu kuliah. Sehingga ketika menggelar usaha saya juga bisa sambil belajar online dan membaca modul melalui apilikasi yang sudah disediakan oleh Universitas Terbuka. “ kalau sedang tidak ramai, saya buka tutorial online dan baca modul yang diaplikasi” ungkap Nisa.

Dikulik mengenai laba perhari yang diterimanya, Putri dari pasang Asril Jalil  dan  Milu Susilo Dewi  ini tidak merahasiakannya karena menurutnya  rezeki sudah ditentukan oleh pemilik-Nya, meskipun tidak sama yang diterima, “Alhamdulillah laba  berkisar 1,5 juta rupiah perhari”.  Ditelisik  keunggulan warung lalapannya, Nisa sembari tersipu-sipu menyampaikan bahwa usaha sejenis banyak tumbuh di kota Sorong namun racikan bumbu sambel embah putrinya lah menjadi daya tarik sekaligus keunggulan warungnya.

Penasaran rasa sambel warung Nisa, teman-teman dapat mencicipinya  diwarung “Sahabat Aloha” yang beralamat dijalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Sorong, namun jangan pernah datang disetiap tanggal 23 bulan apapun  ya gaes, karena tanggal tersebut sudah diputuskan berdasarkan mufakat ditetapkan sebagai hari libur nasional untuk Nisa dan Keluarganya berdagang.

Diakhir perbincangan gadis keturunan Makassar-Solo ini sempat menyampaikan kesedihan karena tidak ada lagi program bidikmisi seperti yang ia rasakan, program tersebut sangat membantu kami mengenal dan belajar dibangku perguruan tinggi, ‘Semoga kami bukan angkatan yang terakhir menerima program bea siswa bidikmisi, program tersebut sangat bermanfaat”. Harap Nisa untuk program bidikmisi diadakan kembali dikotanya demi kemajuan generasi Kota Sorong.

Spirit Berwirausaha Berbekal Ilmu dari Universitas Terbuka

Gorontalo, staff.ut.ac.id – Panganan satu ini  boleh kita sebut sebagai makanan khas miliknya Indonesia, mengapa? Karena hampir diseluruh wilayah Indonesia mulai dari Ibu kota hingga desa makanan satu ini selalu ada. Yups, benar saja Bakso begitu masyarakat Indonesia mengenalnya, merupakan makanan yang paling banyak digemari mulai dari usia anak-anak hingga orang dewasa.  Panganan yang mengkombinasikan olahan tepung terigu dengan baku daging maupun ikan  yang penyajiannya dapat ditambah dengan sayuran, mie putih, bihun serta lainnya yang dapat bervariatif dimasing-masing daerahnya.

Tim Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) Universitas Terbuka (14-18/03/2019) ditugaskan memberikan pendampingan untuk teman-teman Instruktur di UPBJJ-UT Gorontalo serta mahasiswa yang baru registrasi 2019.1. Dalam perjalanan menuju hotel setelah melakukan training untuk para instruktur tercetus ide untuk mencari makanan sebelum tiba di hotel. Entah siapa yang mencetuskan saran  untuk makan bakso tersebut, sehingga kami memutuskan untuk singgah di warung bakso (Warso) sebelum tiba dipenginapan.

Benar saja keputusan tersebut tidak salah, warso yang kami singgah ini sangat spesial, selain rasanya sangat enak,  ada hal lain yang menarik yaitu pemilik warso tersebut menyebut dirinya adalah salah satu alumni Universitas Terbuka yang teregistrasi di UPBJJ-UT Gorontalo 2007.1, dia adalah Astrid Isyana Biki yang memiliki gelar Sarjana Ekonomi (S.E) akrab dipanggil Astrid.

Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala UPT-UPBJJ Gorontalo Mohamad Nasoha SE., M.Sc yang ditemui diruang kerjanya (17/03/2019) membenarkan bahwa yang bersangkutan adalah alumni Universitas Terbuka yang telah lulus pada 2012. Menurut Nasoha “Astrid merupakan salah satu contoh mahasiswa yang mempunyai daya juang yang sangat tinggi” sebut Nasoha.

Astrid berkisah sebelum memutuskan untuk berwirausaha, dia merupakan pegawai salah satu bank milik BUMN yang beroperasi di Kota Gorontalo. menurutnya berwirausaha kita dapat mengatur waktu untuk  mulai dan mengakhir pekerjaan. Jika  bekerja dengan pihak lain, kita diatur sesuai dengan standar operasi tempat  kerja tersebut.

Dikulik mengenai penerimaan bersih, Perempuan murah senyum kelahiran Manado tahun 1985 ini sembari senyum  menyebutkan hasil usahanya berkisar 40% perhari dari modal yang dikeluarkan. Menurut Astrid ilmu manajemennya dia dapat dari Universitas Terbuka (UT),  selama di UT mahasiswa diajarkan untuk mandiri, memanajemen waktu sebaik mungkin,  hal itu dipraktikkan sekarang ini. “Modal Saya mengatur waktu untuk usaha ini didapat waktu jadi mahasiswa UT, manajemen usaha saya dapat dari UT Juga” jelas Astrid.

Ketika ditanya kesannya terhadap cara pembelajaran di Universitas Terbuka, Astrid menuturkan bahwa almamaternya itu merupakan tempat pembelajaran terbaik, semua perkuliahan didesain yang memberikan kepercayaan diri kepada mahasiswa dalam mengelola waktu dan akrab dengan teknologi, selain itu mengajarkan kepada semua mahasiswa untuk semangat berjuang dengan kemandirian.

Diakhir perbincangan dirinya berpesan kepada mahasiwa untuk sebaik mungkin mengelola waktu, saat ini persaingan untuk masuk sebagai pegawai sangat ketat sehingga diperlukan semangat dan kemandirian untuk mengembangkan diri untuk menjadi lebih unggul. “Manfaatkan waktu kita selama sebagai mahasiswa UT untuk belajar dan berwirausaha” Pesan Astrid.

Gorky: Batch Satu Capai 100 Persen Submit diJurnal Bereputasi

Bogor, staff.ut.ac.id – Mengejar ketertinggalan kuantitas dan kualitas publikasi Ilmiah dosen LPPM mengkarantinakan dosen Universitas Terbuka (UT) dari seluruh wilayah kerja di Indonesia. Peserta yang mengikuti kegiatan ini tersebut adalah mereka yang dinyatakan lolos seleksi oleh tim LPPM, setidaknya lebih dari 50an judul artikel yang masuk melalui email pusat keilmuan, namun hanya 36 artikel yang berhak mengikuti pelatihan tersebut.  Selain itu ada 2 orang pendamping dari Internal Universitas Terbuka yang juga dinyatakan lulus seleksi sehingga berhak  untuk menjadi pendamping penulisan artikel batch 1 karena dinilai memenuhi syarat yang ditetapkan LPPM antara lain mempunyai ID penulis Scopus dan memiliki H-Indeks sebagai penulis  pertama minimal 1 (satu) serta memahami salah satu tools dalam penulisan atau penelitian ilmiah, serta 5 Orang Pendamping eksternal yang tergabung dalam tim Relawan Jurnal Indonesia (RJI).

Prof Dr Maximus Gorky Sembiring MSc Saat Menutup Kegiatan

Prof Dr Maximus Gorky Sembiring MSc selaku penanggung jawab kegiatan yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian  Keilmuan tersebut dalam kata sambutanya diacara penutupan kegiatan pendampingan penulisan artikel ilmiah pada jurnal bereputasi yang dimulai 12-17 Februari 2019 menyebutkan keberhasilan kegiatan tersebut adalah mencapai 100%. Indikasi keberhasilan tersebut dilihat dari repoint paper peserta,  serta submit paper peserta mulai dari Q-4 hingga Q-1. “kami hanya mewajibkan peserta submit pada jurnal bereputasi seperti Scopus, kami tidak mentargetkan peserta harus submit pada Q-1 namun capaiannya ada peserta yang submit pada kategori tersebut” Ungkap Gorky pada acara penutupan.

Gorky menyampaikan bahwa peserta Batch-1 sudah berhasil submit pada jurnal berindex scopus, dia  berharap agar peserta untuk tetap berkomunikasi dengan pendamping hingga artikel tersebut dinyatakan diterima untuk publis pada jurnal yang dituju. “Kami harap komunikasi peserta dan pendamping tidak hanya 6 hari ini saja, namun hingga paper tersebut mendapatkan surat tanda diterima (LoA/Letter of Acceptance) dan segera publis” Imbuh Gorky.  Diakhir sambutannya Gorky  menyampaikan bahwa “tidak ada usaha yang tidak membuahkan hasil, semua usaha akan menunjukan hasilnya hanya  saja tertunda dan butuh kerja keras untuk mencapai keberhasilan tersebut” quote Gorky.

Sekretaris LPPM Dr Ake Wihadanto SE MT Saat Memaparkan Kebijakan dan Strategi LPPM-UT

Sebelumnya ditempat yang sama dalam agenda Progress check Sekretaris LPPM Dr. Ake Wihadanto SE MT dalam paparannya menyampaikan beberapa Kebijakan dan Strategi yang disiapkan oleh LPPM-UT dalam meningkatkan kuantitas dan  kualitas akademik dosen dilingkungan Universitas Terbuka. Hal tersebut terungkap saat sesi tanya-jawab mengenai arah mata angin kebijakan LPPM UT, Jumat malam (15/02).  “Sampaikan kepada kami di LPPM: pelatihan, aplikasi atau tools seperti apa yang bapak/Ibu dosen butuhkan untuk meningkatkan kualitas kita sebagai dosen untuk menjadi semakin lebih baik” Ungkap Ake.

Ake juga menjelaskan saat ini LPPM-UT telah bekerja sama dengan berbagai lembaga penelitian perguruan tinggi negeri dan  swasta, ini untuk mengakomodasi dan memfasilitasi  joint research dosen UT dengan dosen bebagai perguruan tingi. Kedepannya kita akan membuka kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. “Siapkan diri kita, kedepan joint research  dengan perguruan tinggi luar negeri” sebut Ake.

Masih berkaitan dengan penutupan, banyak cerita selama 6 hari mengikuti karantina, mulai dari tidak percaya diri, takut serta rasa bangga. Bukan perlombaan namun keberanian untuk submit setelah mendapatkan persetujuan dari pendamping adalah harapan semua peserta. Data panitia pelaksanan mencatat Dr Sugilar dari FKIP-UT yang menjadi peserta pertama yang berhasil submit paper pada Jurnal Berindeks Scopus sementara itu sebagai peserta yang terakhir submit adalah M Fuad Hadziq dari FE-UT.

Berikut ragam tanggapan peserta yang dapat dihimpun panitia.  Angga Sucitra Hendrayana peserta dari UPT UPBJJ Bandung mengukapkan rasa bangganya menjadi bagian peserta batch -1 yang diadakan oleh LPPM “Suatu kebanggaan terpilih dan mengikuti program ini, jurnal internasional bereputasi Q1 sd Q4 pasti tembus: Ungkap Angga dalam akun Facebooknya.

Dalam akun Facebook Nena Sumarsih menyampaikan rasa bahagianya setelah berhasil mensubmitkan karya ilmiahnya. “dah lega”ungkapnya.  Masih dalam akun Facebook peserta lainnya adalah ungkapannya Andi Suci Anita dari UPT UPBJJ Banjarmasin menyampaikan  terimakasihnya kepada LPPM UT yang memberikan pencerahan kepadanya tentang menulis artikel ilmiah bereputasi yang baik. ” Terimakasih LPPM-UT banyak ilmu dan Semangat untuk nama Universitas Terbuka” ungkapnya dalam akun facebook bernamanya tersebut.

Ungkapan senada juga disampaikan oleh para pendamping yang sempat dirangkum adalah milik Dr Fatia Fatimah sebagai berikut

“To: LPPM UT,
Thank you.
Especially Andriyansah, thank you for being stubborn. Without that, maybe this event would have never happened. Because the way of the pioneer is always rough.

To: Participants,
Thanks, everyone.
All things are difficult before they are easy.
Execute”. Ungkap Fatia dalam akun facebooknya.

Ungkapan  lain yang memberi infus semangat peserta adalah datang salah satu anggota Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Dr Abdul Rahmad yang menyebutkan “Hidup itu harus berwarna
Ketika kita datang ke rumah sakit, ada dua gambar di komputer. Satu naik turun, dan dua datar datar saja.
Kita pilih yg mana. Naik turun itu tandanya bahwa kita masih hidup sementara gambar yg datar itu simbol kematian. Artinya jangan takut gagal kawan dalam setiap hal, semakin rumit dalam submit artikel kita itu tandanya memperkaya kita dalam menjemput scopus”.

Diakhir kegiatan panitia menyampaikan hasil survey mengenai kebermanfaatan dan tindaklanjut kegiatan. Survey tersebut disampaikan oleh LPPM melalui kuesioner yang didistribusikan secara  online  melalui Whatsapp Group.   Pada kesimpulannya “dosen Universitas Terbuka berharap kegiatan ini berjalan secara periodik dan bervariatif, selain itu berharap ada pelatihan penulisan proposal untuk dapat menembus hibah dikti”. papar panitia pelaksana.

LPPM-UT Genjot Publikasi Ilmiah

Bogor, staff.ut.c.id – Setelah dibuka secara resmi oleh ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universias Terbuka (LPPM-UT) Prof Dr Karnedi, MA pada hari Selasa  (12/02) Kegiatan Pendampingan penulisan artikel untuk jurnal bereputasi mulai menunjukan geliat semangat publikasi. Dalam sambutannya Ketua LPPM-UT ini menyampaikan bahwa kegiatannya ini merupakan bagian dari tugas pokok LPPM agar publikasi dosen dilingkungan Universitas Terbuka semakin meningkat sesuai dengan harapan Menteri Riset, Teknologi, Pendidikan Tinggi.

Prof Dr Maximus Gorky Sembiring, MSc selaku penanggung jawab kegiatan yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Keilmuan menjelaskan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan sebanyak 10 tahap, menurutnya kegiatan ini untuk membantu dosen dilingkungan Universitas Terbuka dalam memenuhi luaran penelitian. Lebih lanjut Gorky menyampaikan bahwa output kegiatan ini adalah submit paper pada jurnal yang bereputasi seperti yang  terindex Sinta, scopus dan lainnya yang diakui oleh Tim Penilai Angka Kredit kementerian (TPAK) ristekdikti.

Hadir sebagai pendamping dalam kegiatan ini adalah para ahli yang sudah  mempunyai id karya ilmiah terpublis seperti ID Scopus, antara lain:

Dr. Abdul Rahmat, M.Pd (Universitas Negeri Gorontalo);  Ari Warokka, PhD, MSc, MDEM, MCEUE, DEA(Universitas Negeri Jakarta); Dr. Fatia Fatimah, S.Si., M.Pd (Universitas Terbuka-Padang); Mochammad Tanzil Multazam, M.Kn (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo); Muhammad Nur Hudha, M.Pd (Universitas Kanjuruhan Malang); Dr. Mohammad Nur Rianto Al Arif (UIN Syarif Hidayatullah-Jakarta); Adhi Susilo, S.Pt., M.Biotech.St., Ph.D (Universitas Terbuka, Indonesia).

Lebih dari 30 artikel  yang dinyatakan lolos oleh LPPM-UT untuk mengikuti kegiatan finishing  ini berasal dari dosen lingkungan Universitas Terbuka yang bertugas  di Kantor Pusat maupun di kantor wilayah Pelayanan UT di seluruh Indonesia. Kegiatan ini  secara resmi akan berakhir pada hari Sabtu (17/02) dengan luaran berupa bukti submit paper.