Seminar Doktor Ilmu Manajemen, Kemenparekraf Ungkap Program “Widuri”

Berita
Dr. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) Saat memaparkan materi,

Tangerang Selatan, Staff.ut.ac.id – Program studi doktoral sangat erat kaitannya dengan kajian dan pembahasan ilmiah, hari ini Sabtu, 19 Juni 2021 e-seminar yang digagas oleh Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universita Terbuka mengusung kajian ilmiah Format Kewirausahaan Strategis, Mengembangkan Ekonomi Kreatif Indonesia. 

Seminar dilaksanakan dengan tujuan agar mahasiswa program doktor mendapatkan ide ilmiah dalam penulisan tugas akhir dan publikasi ilmiah. Mengingat syarat lulus  pada pogram doktor ilmu manajemen Universitas Terbuka wajib seminar internasional, publikasi artikel pada jurnal internasional bereputasi. Opening Speeches oleh Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat, M.Bus., PhD menyampaikan entrepreneurhsip merupakan indikator pertumbuhan ekonomi, kehadiran teknologi dan lalu lintas informasi yang sangat cepat membantu mendorong inovasi yang kreatif. lebih lanjut sambutannya menyebutkan bahwa “dimasa resesi  kondisi pandemi efeknya menggangu keseimbangan ekonomi, sehingga tumbuh wirausaha baru menunjukan peningkatan standar ekonomi kehidupan negara” “jelas Ojat.

e-seminar yang dimoderatori oleh Dekan Fakultas Ekonomi Prof Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. menyebutkan bahwa

Sesi Opening Speeches, Prof. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si bersama Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat, M.Bus., PhD. (dari kiri)

seminar ini harus dijadikan ajang untuk mendapatkan ide penulisan dengan isu-isu baru pada kajian ekonomi dan bisnis.  Narasumber pada pertemuan ilmiah ini adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. Sandiaga  Salahudin Uno, B.B.B., M.B.A. dalam paparannya Bang Sandi menyebutkan bahwa kementerian yang dipimpinannya saat ini sedang menerbitkan program baru bernama Widuri (Wirausaha Mandiri) dan berbagai program lainnya yang telah dilaksanakan guna menumbuhkan ekonomi kreatif. Saat ini 34 juta penggiat ekonomi kreatif berjuang melawan kondisi pandemi sehingga program-program wisata dan ekomoni kreatif ini harus tepat sasaran, tetap manfaat, tepat waktu (tesamatu).  Tema seminar ini sangat menarik untuk dibahas “guna melahirkan wirasusaha baru mengingat sektor wisata ekonomi kreatif merupakan mesin pemulihan ekonomi masyarakat yang dapat mendukung program pelatihan 600 wirausaha muda”. Jelas Bang Sandi.

Bang Sandi menegaskan, “Pandemi belum selesai namun kita  perlu  meningkatkan skill memanfaatkan peluang, kolaborasi  dengan berbagai sektor, dispilin mengikuti protokol kesehatan pada destinasi wisata dan sentra ekonomi khususnya pariwisata ekonomi kreatif lengkas melesat”.

Lebih lanjut Dra. Erwinta Dianti, M.Si  Program Beli Kreatif Lokal mendukung pelaku ekonomi kreatif, selain itu “Bangga Buatan Indonesia” sebagai  program kementerian untuk masyarakat menggunakan produk-produk buatan Indonesia. Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf  menyebutkan wirausaha mandiri dapat melahirkan wirausaha yang handal, untuk menjembati tersebut kemenpakeraf berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan sahabat UKM.   Melalui inovasi, kolaborasi dan adaptasi pelaku ekonomi kreatif serta wirausaha muda akan dilatih pitching dan proses matchmaking dengan calon investor  yang diharapkan untuk menjadi champion dalam  mendukung aktifitas pariwisata dan ekonomi kreatif di  destinasi., Jelasnya Dian menlengkapi paparan Menteri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.