Tangerang Selatan – Pagi itu, suasana di Universitas Terbuka terasa berbeda. Bukan sekadar agenda seleksi pejabat, melainkan momen penting untuk menentukan arah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) lima tahun ke depan. Kamis (8/1/2026), Universitas Terbuka menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Dekan FEB UT masa jabatan 2026–2031, sebuah forum yang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan harapan tentang masa depan pendidikan ekonomi dan bisnis berbasis jarak jauh.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik UT Prof. Rahmat Budiman, M.Hum., Ph.D., yang juga menjadi anggota Panitia Seleksi, serta Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum UT Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si. Jajaran panitia seleksi, pimpinan fakultas, dosen, dan tenaga kependidikan FEB UT turut mengikuti kegiatan ini, baik secara luring maupun daring, menandai keterlibatan luas sivitas akademika dalam proses penentuan kepemimpinan strategis.
Ketua Pelaksana seleksi, Prof. Dr. Ginta Ginting, M.B.A., menjelaskan bahwa uji kelayakan dan kepatutan dilaksanakan seiring berakhirnya masa jabatan Dekan FEB sebelumnya. Melalui Keputusan Rektor, panitia seleksi dibentuk dan menjalankan tahapan secara sistematis, mulai dari verifikasi dosen yang memenuhi syarat hingga pelaksanaan seleksi. Dari 11 dosen yang dinyatakan memenuhi kriteria, tiga orang menyatakan kesediaan maju sebagai bakal calon dekan, yakni Dr. E. Andriyansah, S.E., M.M., Dr. Joko Rizkie Widokarti, S.E., M.M., dan Dr. Meirani Harsasi, S.E., M.Si.
Lebih dari sekadar tahapan administratif, forum ini menjadi ruang bagi para kandidat untuk menyampaikan arah dan strategi FEB UT ke depan. Gagasan yang muncul beragam, mulai dari penguatan reputasi akademik dan internasionalisasi, transformasi pembelajaran dan layanan mahasiswa, hingga tata kelola modern yang menekankan kinerja terukur dan pemanfaatan teknologi digital. Meski datang dari sudut pandang berbeda, ketiganya bertemu pada satu tujuan yang sama: menjadikan FEB UT relevan, adaptif, dan berdampak nyata.
Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto menegaskan bahwa perubahan zaman menuntut perubahan cara berpikir. Menurutnya, Universitas Terbuka saat ini telah berkembang menjadi perguruan tinggi dengan konsep Open Flexible Distance Learning yang menempatkan fleksibilitas dan inklusivitas sebagai kekuatan utama. “UT tidak boleh hanya dikenal sebagai perguruan tinggi jarak jauh, tetapi harus menjadi pemimpin dalam pendidikan jarak jauh yang berkualitas,” ujarnya.
Ia menyoroti peran strategis fakultas, termasuk FEB, dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menghadapi dunia kerja. Tantangan ke depan, kata Rektor, adalah memastikan lulusan FEB UT memiliki kompetensi yang relevan, lulus tepat waktu, dan mampu meningkatkan kariernya setelah menyelesaikan studi. Untuk itu, dosen dituntut menguasai tidak hanya bidang keilmuan, tetapi juga pedagogi pendidikan jarak jauh secara menyeluruh, mulai dari perencanaan kurikulum hingga evaluasi pembelajaran.
Dari sisi riset dan pengabdian kepada masyarakat, UT juga mendorong agar karya akademik tidak berhenti di jurnal, tetapi memberi dampak nyata bagi masyarakat dan dunia usaha. Arah ini sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas (SDG 4), pekerjaan layak (SDG 8), inovasi (SDG 9), dan kemitraan (SDG 17).
Menutup arahannya, Rektor UT menekankan pentingnya kepemimpinan yang matang dan membumi. FEB UT, dengan jumlah mahasiswa terbesar kedua di UT dan pertumbuhan yang pesat, membutuhkan dekan yang mampu menjadi teladan, membangun kolaborasi, dan mengambil keputusan strategis di tengah perubahan cepat. Siapa pun yang terpilih nantinya, ia akan memegang peran kunci dalam menentukan kualitas lulusan, reputasi akademik, dan kontribusi FEB UT bagi masyarakat luas.
Uji kelayakan dan kepatutan ini menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa kepemimpinan FEB UT ke depan tidak hanya sah secara prosedural, tetapi juga kuat secara visi dan berdampak secara nyata—bagi mahasiswa, dosen, dan masa depan Universitas Terbuka.
sumber: Siapa Nahkoda
Video: Presentasi Andriyansah