Sinergitas Akademisi dengan Perangkat Desa: Siapkan Desa Kuripan Sebagai Golden Village

Berita

Bogor, Staff.ut.ac.id- Memasuki akhir semester kegiatan tutorial, dosen Fakultas Ekonomi yang dipimpin oleh Ketua Jurusan (Kajur) Manajemen, Dr. Zainur Hidayah, S.Pi., M.M., mengambil langkah cepat melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.  Dharma pengabdian kepada masyarakat

Pemaparan Kepala Desa Kuripan Mengenai Potensi-potensi Desa Kuripan

ini berbekal proposal yang dinyatakan lolos untuk didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Terbuka. Mengingat batas waktu yang tersedia, tim bergerak cepat melakukan koordinasi dengan perangkat Desa Kuripan, Ciseeng, Kabupaten Bogor pada Kamis, 17Juni 2021 bertempat di Kantor Desa Kuripan.

Dalam kesempatan ini Bang Zai, panggilan akrab Kajur Manajemen, menyampaikan sinergitas antara Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka, khususnya Jurusan Manajemen, dengan Desa Kuripan. Sinergitas ini sudah terjalin sejak tahun 2014 yang saat itu dipelopori oleh Tamjuddin, S.E., M.Si beserta Drs. Suhartono, M.Si. dari jurusan Ekonomi Pembangunan.  Di hadapan Kepala Desa, Bang Zai menyampaikan banyak potensi ekonomi dan sosial yang dapat dieksplor. Untuk itu, harapan Bang Zai adalah dengan adanya kehadiran akademisi di desa ini (red-Kuripan) agar dapat mengimplementasi teori-teori yang dipahami untuk dapat diterapkan dalam mengeksplor hingga meningkatkan potensi desa yang nanti  berimplikasi pada kesejahteraan desa serta masyarakat.

Bersamaan dengan itu, Kepala  Desa Kuripan, Ibu Siti Aswat Narulita, menyebut dosen-dosen Universitas Terbuka dengan sebutan saudara. Sebutan itu bukan tanpa alasan, karena menurut beliau, Pak Tamjuddin sudah seperti orang tua, berkat beliau BUMDes di sini (red-Desa Kuripan) dapat berjalan seperti sekarang ini.  Bu Ita sapaan Bu Kades ini memaparkan banyak potensi yang belum bidik bahkan belum dikelola untuk meningkatkan menjadi Desa Percontohan. Kades menyebutkan di Desa Kuripan ini terdapat Makam Raden Suryajaya Dipa Manggal dan istrinya Nyi Mas Salamah yang hingga kini belum ditemukan sumber yang dapat menceritakan sejarah dan peran beliau, namun makam beliau hingga saat ini masih sering didatangi penziarah dari berbagai kota di Indonesia. Selain revitaliasi BUMDes dan pertanian, Bu Ita juga menyebutkan ada potensi olah raga dan ekonomi yang belum dibidik yaitu, arung jeram. Menurutnya, desa yang dipimpinnya tersebut sangat berpontensi untuk dikembangkan sarana untuk pecinta olah raga arung jeram.

Koordinasi pelaksanaan Abdimas tahun 2021

Lebih lanjut, Zainur menyampaikan pada tahap ini aktivitas pengabdian kepada masyarakat di Desa Kuripan akan  dilaksanakan melalui tiga agenda, yaitu penerangan dengan tenaga surya, esksistensi desa dengan pembuatan website, dan pemetaan potensi wisata serta penguatan keahlian sumber daya manusia. Di tempat yang sama, Pak Tam, untuk sapaan Tamjuddin menyampaikan  terima kasih atas kerjasama dan kepercayaannya kepada Universitas Terbuka untuk keterlibatan dalam pengembangan pembangunan desa dan sumber daya manusia. “Bersama kami juga ada dosen-dosen muda yang nanti akan meneruskan silaturahmi antara Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka dengan Desa Kuripan”, sebut Tamjuddin yang sudah memasuki masa purnabakti terhitung pada 1 Mei 2021. Senada dengan Kajur, Pak Tam juga berharap kepada dosen-dosen muda agar sinergitas dengan Desa Kuripan akan selalu terjalin sebagai wadah untuk aplikasi teori di perguruan tiggi. (ays)

Leave a Reply

Your email address will not be published.