Dies Natalis ke-35, Universitas Terbuka Gelar Ekspose Produk Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

“Penelitian dan Publikasi sudah menjadi indeks untuk penilian keterccapaian kinerja Universitas Terbuka,  melalui kegiatan ini semoga dapat  mendorong peningkatan peningkatan dan publikasi”

Pondok Cabe, staff.ut.ac.id – Bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2019, Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat, PhD meresmikan pembukaan Dies Natalis ke-35 (Lustrum

Rektor UT Bersama Prof Atwi Suparman, Saat Mengunjungi Stan BP Geru (Bahan Pembelajaran Generasi Baru)

ke-VII).  Dalam pembukaan kegiatan ekspose penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan di gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC). Penelitian saat ini sudah menjadi salah satu indeks untuk ketercapaian Universitas Terbuka, sehingga penelitian yang ada di lingkungan Universitas Terbuka akan dilebih didorong untuk pencapaian tersebut. “Universitas Terbuka mendorong semua civitas untuk meneliti dan mengeksplor ide-ide untuk keilmuan dan pengembangan institusi” ungkap Ojat panggilan akrab Rektor UT ini.

Selain itu,  rektor juga mengingatkan agar dosen Universitas Terbuka dapat meningkatkan publikasi ilmiah dari hasil penelitiannya, hal ini juga penting karena sejalan dengan indeks pencapaian kinerja  universitas tersebut.  Beberapa Produk yang ditampilkan pada kegiatan tersebut antara lain, Surat pencatatan Ciptaan Kekayaan Intelektual (HKI), Bahan Pembelajaran Generasi Baru (BP Geru), Produk pengabdian kepada masyarakat serta produk lainnya seperti poster, artikel yang sudah publis pada jurnal bereputasi mulai dari terindek hingga Q1 serta beberapa produk lainya yang merupakan karya Dosen Universitas Terbuka.

Ketua panitia pelaksana kegiatan ini Dr. Andriyansah, SE, MM dalam laporannya

Prof Gorky Sembiring, Menjelaskan Proses Mendapatkan Surat Pencatatan Hak Kekayaan Intelektual miliknya.

menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan para peniliti sehingga dapat melakukan penelitian bahkan dapat publikasi artikel ilmiah lintas fakultas. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan sekaligus awal pembukaan kegiatan Dies Natalis atau Lustrum. Andri mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan sejarah baru, karena ini yang pertama kali dilakukan untuk menstimulus peneliti dengan melihat produk hasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk diekspose. Selain Produk ada juga presentasi dari beberapa peneliti yang menyampaikan hasil temuan mereka baik unuk sumbangan terhadap ilmu pengetahuan, juga terhadap pengembangan institusi Universitas Terbuka. “Semoga kegiatan ini dapat memacuh semangat peneliti dan memberikan sumbangan ide-ide baru dalam melakukan penilitian kedepannya” Ucap Andri mengakhiri laporannya.

 

Gantikan Peran Sang Ayah, Mahasiswa Bidikmisi Ini Mahir Baca Tanda-tanda Alam

“Untuk Mencari Ikan dan hasil laut lainnya dapat melihat dari tanda-tanda alam seperti suhu air, warna air, arah angin serta musim”

Pontianak, staff.ut.ac.id – Suatu hal yang tidak akan pernah punah dalam kehidupan kita adalah mimpi, karenanya semua makluk hidup berhak untuk mempunyai mimpi sebaik mungkin, berbekal itu pulalah masa depan akan dijemput. Namun terkadang kenyataan tidak seindah dengan mimpi walaupun demikian kenyataaan hidup harus tetap dijalani karena itu adalah bekal terbaik yang mengasah kecerdasan emosional untuk menjadi baik.

Mimpi  hadir tidak pernah melihat jenis kulit atau apapun karena

M Rizaldy, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka Jurusan Ekonomi Pembangunan. Mahir membaca tanda-tanda Alam

semuannya punya hak yang sama begitu juga  remaja satu ini, impiannya adalah untuk menjadi seorang guru. Menurutnya Guru adalah sosok yang saya hormati dan saya teladani kelakar Izal, “Setiap perkataan dan perbuataan guru akan selalu menjadi panutan”.

Kekagumannya pada Profesi guru sedari SD, karena Guru banyak berperan mengajarkan membaca dan berperilaku, terlebih dari SD hingga SMA kita selalu diajar dan didik oleh guru. Oleh karena itulah sosok remaja kelahiran tahun 1997 bercita-cita ingin menjadi seorang guru.

Cita-cita tersebut seperti tinggallah cita-cita,  M. Rizaldy nama lengkap remaja Pontianak ini harus menyimpan impiannya tersebut didalam sanubarinya. Sosok pria yang membesarkan dan yang dibanggakannya, sang ayahanda tercinta lebih dahulu  dipanggil mengahadap Pencipta-Nya. 

Kini, Izal  panggillan akrabnya  yang juga memiliki darah suku Bugis menjadi tulang punggung untuk ibu dan adiknya.  Anak  ke-3 dari 4 bersaudara ini memutuskan untuk  menggantikan peran ayahandanya menjadi nelayan demi memenuhi kehidupan sehari-hari.  Ilmu bernelayan didapatnya dari sang ayah sedari dirinya berada dibangku SMP. Izal berkisah,  kalau semasa hidup ayah selalu mengajak dan mengajarkan ilmu mencari ikan, namun lebih khususnya mencari udang dan sotong. “ayah ngajari melihat tanda-tanda alam, seperti suhu air, putaran air, warna air, serta musim, kalo itu sudah terlihat Insya Allah akan ada hasil tangkapannya” ucap izal.  Pendapatannya dari hasil melaut setelah dikurangi  biaya membeli bahan bakar dan lain-lainya yaitu Rp.100.000 hingga Rp.200.00 perhari.

Setiap pagi setelah sholat subuh adalah waktu Izal untuk memulai mencari

Saat mengikuti Kelas Tutorial bersama rekan satu angkatan

ikan dengan menahkodai kapal berukuran panjang 11 m dan lebar 2 m. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk hari Sabtu dan Minggu. Hari tersebut merupakan waktu yang khusus baginya untuk mengikuti tutorial tatap muka. Saat ini remaja kelahiran 25 Februari ini tercatat sebagai mahasiswa Universitas Terbuka registrasi UPBJJ Pontianak dengan program beasiswa bidikmisi jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi. Hal tersebutpun  dibenarkan oleh Kepala UPBJJ-UT Pontianak Dr. Tati Rajati bahwa yang bersangkutan terregistrasi pada tahun akademik 2015.

Untuk mengikuti kegiatan tutorial dia harus mengarungi sungai Kapuas yang memakan waktu selama 1 jam, karena tempat tinggalnya tidak satu daratan dengan Kota Pontianak, tepatnya di  Pulau Tanjung Saleh Parit Pangeran.  Ongkos yang dikeluarnya untuk penyebarangan Rp.14.000 (PP), dengan demikian Izal tak patah semangat dirinya tetap bersemangat mengikuti tutorial meskipun harus menginap ditempat sahabatnya apabila ada kegiatan tutorial dihari Minggu.

Waktu belajarnya adalah sehabis sholat Isya, sekitar 2 jam setiap hari dirinya membaca modul, selain membaca juga membuat ringkasan dan menandai buku agar mudah mengingatnya.  Ditanya mengenai pembelajaran di UT, Alumni SMA Sungai Kakap ini sangat terbantu dan tidak tergangu. selain belajarnya tidak menghalanginya untuk mencari uang, namun dibantu pula dengan tutorial online ” yang menggangu hanya signal, maklum jauh dari kota” canda Izal bercerita susahnya signal ditempat tinggalnya, sembari mengakhiri perbincangan.  

 

Akomodasi Keinginan Dosen Publis Pada Jurnal Bereputasi, LPPM Fasilitasi dengan Batch-2

 “Lancarkan keinginan Dosen di lingkungan Universitas Terbuka untuk dapat publis pada jurnal bereputasi seperti scopus. LPPM Universitas Terbuka kembali adakan Batch-2 kegiatan Konsinyering penulisan artikel ilmiah pada jurnal bereputasi”

Jakarta, staff.ut.ac.id – Setelah mengalami penundaan dua bulan akhirnya kegiatan yang banyak ditunggu-tunggu  akhirnya dapat dilaksanakan Selasa-Sabtu (30 April – 06 Mei 2019) bertempat disalahsatu hotel diwilayah Lebak Bulus Simatupang Jakarta Selatan dengan jumlah peserta sebanyak 34 Orang  yang berstatus dosen  berasal dari seluruh wilayah kerja  di Lingkungan Universitas Terbuka .

Secara resmi kegiatan konsinyering pendampingan penulisan artikel pada

Dr. Ake Wihadanto, SE, MT saat membuka kegiatan Konsinyering Batch-2

jurnal bereputasi di buka oleh Sekretaris LPPM Dr. Ake Wihadanto selaku Plh Ketua LPPM Universitas Terbuka.  Dalam sambutannya Ake menyampaikan LPPM  Universitas Terbuka (LPPM-UT) telah merancang berbagai kegiatan untuk meningkatkan  Academic Spirit para dosen dan peneliti. Menyinggung mengenai insentif  produk akaemik, Ake menjelaskan bahwa  UT telah menerbitkan Keputusan Rektor no.106, Menurut Ake SK tersebut tidak hanya menjanjikan belaka tapi menjaminnya dengan insentif sesuai klasifikasi untuk semua karya atau produk akademik dosen dan peneliti di lingkungan Universitas Terbuka, “Bapak/Ibu Dosen Jangan khawatir semua produk akademik peneliti dan penulis di lingkungan Universitas Terbuka, Insentifnya dijamin oleh Keputusan Rektor” Sebut Ake pada acara pembukaan.

Dalam kesempatan yang sama, pada saat pembukaan kegiatan di penghujung bulan April ini,  Prof Maximus Groky Sembiring, MSc selaku

Prof Maximus Gorky Sembiring bersama salah satu peserta Dr.Iqbal Miftakhul Mujtahid

penanggungjawab kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Universitas Terbuka Jauh tertinggal untuk masalah publikasi keilmuan, namun disisi lain UT mempunyai keunggulan publikasi penilitian Pendidikan Terbuka dan Pendidikan  Tinggi Jarak Jauh yang pertama di Indonesia.  Oleh karena itu pekerjaan rumah UT selain meningkatkan publikasi keilmuan UT Juga akan meningkatkan kualitas Jurnal Jarak Jauh yang menjadi benchmark bagi pendidikan jarak jauh yang sekarang sudah menjamur “Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak  Jauh milik UT,seharusnya sudah banyak dikutip para peneliti dan penulis yang baru menerapkan sistem  pendidikan jarak jauh, ini juga PR kita agar Jurnal tersebut banyak dirujuk”  Imbuh Gorky saat menyampaikan rencana kerja Pusat Penelitian Keilmuan yang di pimpinya.

Sama dengan batch sebelumnya, batch-2 ini pun kembali membuat terobosan pada submit paper. Berjumlah 34 peserta namun paper yang berhasil disubmit sebanyak 36 Paper, artinya ada 2 paper yang sudah disiapkan oleh peserta untuk mendapatkan masukan dan arahan dari

(Dari kiri) Dr. Jasanta Peranginangin; Dr(Cand) Udin; Ari Warokka PhD; Dr Fatia Fatimah; Mochammad Tanzil Multazam, M.Kn; Muhammad Nur Hudha, M.Pd.

pendamping Kegiatan.  Para ahli yang menjadi pendamping pada kegiatan ini adalah  mereka yang telah lulus seleksi adminsitrasi oleh LPPM seperti telah publis artikel pada jurnal bereputasi seperti scopus, mempunyai indeks sebagai penulis  minimal 2 serta menguasai alat (tools) penelitian. Adapun para ahli tersebut antara lain: Dr. Jasanta Perangingangin, S.E., M.M. (IAIN-Surakarta); Dr (cand) Udin, S.Pd., M.M. ( Doctoral Student Undip); Ari Warokka, PhD, MSc, MDEM, MCEUE, DEA (Universitas Negeri Jakarta); Dr. Fatia Fatimah, S.Si., M.Pd (Universitas Terbuka-Padang); Mochammad Tanzil Multazam, M.Kn (Universitas Muhammdiyah Sidoarjo); Muhammad Nur Hudha, M.Pd (Universitas Kanjuhuran Malang). 

Acara yang berlangsung 5 (lima) hari ini memang tidak lepas sinergi dari berbagai pihak, selaku ketua pelaksana Dr. Andriyansah saat acara penutupan mengahaturkan ucapan terimakasih kepada berbagai pihak seperti pendamping yang telah meluangkan waktu untuk mendampingi bahkan lebih dari sekedar mendampingi hingga perserta berhasil untuk submit, serta terimakasih ditujukan kepada pihak pendukung di LPPM. “semoga kegiatan ini akan lebih baik pada batch berikut, dari sisi peserta  mindsetnya sudah mulai beralih tidak hanya fokus submit namun pasca kegiatan yaitu peningkatkan kemandirian menulis terekam dengan baik  yang didapat dari hasil kegiatan ini” ucapnya mengakhiri kegiatan konsinyering pendampingan penulisan artikel pada jurnal bereputasi batch-2 .