Gorky: Batch Satu Capai 100 Persen Submit diJurnal Bereputasi

Blog

Bogor, Mengejar ketertinggalan kuantitas dan kualitas publikasi Ilmiah dosen LPPM mengkarantinakan dosen Universitas Terbuka (UT) dari seluruh wilayah kerja di Indonesia. Peserta yang mengikuti kegiatan ini tersebut adalah mereka yang dinyatakan lolos seleksi oleh tim LPPM, setidaknya lebih dari 50an judul artikel yang masuk melalui email pusat keilmuan, namun hanya 36 artikel yang berhak mengikuti pelatihan tersebut.  Selain itu ada 2 orang pendamping dari Internal Universitas Terbuka yang juga dinyatakan lulus seleksi sehingga berhak  untuk menjadi pendamping penulisan artikel batch 1 karena dinilai memenuhi syarat yang ditetapkan LPPM antara lain mempunyai ID penulis Scopus dan memiliki H-Indeks sebagai penulis  pertama minimal 1 (satu) serta memahami salah satu tools dalam penulisan atau penelitian ilmiah, serta 5 Orang Pendamping eksternal yang tergabung dalam tim Relawan Jurnal Indonesia (RJI).

Prof Dr Maximus Gorky Sembiring MSc Saat Menutup Kegiatan

Prof Dr Maximus Gorky Sembiring MSc selaku penanggung jawab kegiatan yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian  Keilmuan tersebut dalam kata sambutanya diacara penutupan kegiatan pendampingan penulisan artikel ilmiah pada jurnal bereputasi yang dimulai 12-17 Februari 2019 menyebutkan keberhasilan kegiatan tersebut adalah mencapai 100%. Indikasi keberhasilan tersebut dilihat dari repoint paper peserta,  serta submit paper peserta mulai dari Q-4 hingga Q-1. “kami hanya mewajibkan peserta submit pada jurnal bereputasi seperti Scopus, kami tidak mentargetkan peserta harus submit pada Q-1 namun capaiannya ada peserta yang submit pada kategori tersebut” Ungkap Gorky pada acara penutupan.

Gorky menyampaikan bahwa peserta Batch-1 sudah berhasil submit pada jurnal berindex scopus, dia  berharap agar peserta untuk tetap berkomunikasi dengan pendamping hingga artikel tersebut dinyatakan diterima untuk publis pada jurnal yang dituju. “Kami harap komunikasi peserta dan pendamping tidak hanya 6 hari ini saja, namun hingga paper tersebut mendapatkan surat tanda diterima (LoA/Letter of Acceptance) dan segera publis” Imbuh Gorky.  Diakhir sambutannya Gorky  menyampaikan bahwa “tidak ada usaha yang tidak membuahkan hasil, semua usaha akan menunjukan hasilnya hanya  saja tertunda dan butuh kerja keras untuk mencapai keberhasilan tersebut” quote Gorky.

Sekretaris LPPM Dr Ake Wihadanto SE MT Saat Memaparkan Kebijakan dan Strategi LPPM-UT

Sebelumnya ditempat yang sama dalam agenda Progress check Sekretaris LPPM Dr. Ake Wihadanto SE MT dalam paparannya menyampaikan beberapa Kebijakan dan Strategi yang disiapkan oleh LPPM-UT dalam meningkatkan kuantitas dan  kualitas akademik dosen dilingkungan Universitas Terbuka. Hal tersebut terungkap saat sesi tanya-jawab mengenai arah mata angin kebijakan LPPM UT, Jumat malam (15/02).  “Sampaikan kepada kami di LPPM: pelatihan, aplikasi atau tools seperti apa yang bapak/Ibu dosen butuhkan untuk meningkatkan kualitas kita sebagai dosen untuk menjadi semakin lebih baik” Ungkap Ake.

Ake juga menjelaskan saat ini LPPM-UT telah bekerja sama dengan berbagai lembaga penelitian perguruan tinggi negeri dan  swasta, ini untuk mengakomodasi dan memfasilitasi  joint research dosen UT dengan dosen bebagai perguruan tingi. Kedepannya kita akan membuka kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. “Siapkan diri kita, kedepan joint research  dengan perguruan tinggi luar negeri” sebut Ake.

Masih berkaitan dengan penutupan, banyak cerita selama 6 hari mengikuti karantina, mulai dari tidak percaya diri, takut serta rasa bangga. Bukan perlombaan namun keberanian untuk submit setelah mendapatkan persetujuan dari pendamping adalah harapan semua peserta. Data panitia pelaksanan mencatat Dr Sugilar dari FKIP-UT yang menjadi peserta pertama yang berhasil submit paper pada Jurnal Berindeks Scopus sementara itu sebagai peserta yang terakhir submit adalah M Fuad Hadziq dari FE-UT.

Berikut ragam tanggapan peserta yang dapat dihimpun panitia.  Angga Sucitra Hendrayana peserta dari UPT UPBJJ Bandung mengukapkan rasa bangganya menjadi bagian peserta batch -1 yang diadakan oleh LPPM “Suatu kebanggaan terpilih dan mengikuti program ini, jurnal internasional bereputasi Q1 sd Q4 pasti tembus: Ungkap Angga dalam akun Facebooknya.

Dalam akun Facebook Nena Sumarsih menyampaikan rasa bahagianya setelah berhasil mensubmitkan karya ilmiahnya. “dah lega”ungkapnya.  Masih dalam akun Facebook peserta lainnya adalah ungkapannya Andi Suci Anita dari UPT UPBJJ Banjarmasin menyampaikan  terimakasihnya kepada LPPM UT yang memberikan pencerahan kepadanya tentang menulis artikel ilmiah bereputasi yang baik. ” Terimakasih LPPM-UT banyak ilmu dan Semangat untuk nama Universitas Terbuka” ungkapnya dalam akun facebook bernamanya tersebut.

Ungkapan senada juga disampaikan oleh para pendamping yang sempat dirangkum adalah milik Dr Fatia Fatimah sebagai berikut

“To: LPPM UT,
Thank you.
Especially Andriyansah, thank you for being stubborn. Without that, maybe this event would have never happened. Because the way of the pioneer is always rough.

To: Participants,
Thanks, everyone.
All things are difficult before they are easy.
Execute”. Ungkap Fatia dalam akun facebooknya.

Ungkapan  lain yang memberi infus semangat peserta adalah datang salah satu anggota Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Dr Abdul Rahmad yang menyebutkan “Hidup itu harus berwarna
Ketika kita datang ke rumah sakit, ada dua gambar di komputer. Satu naik turun, dan dua datar datar saja.
Kita pilih yg mana. Naik turun itu tandanya bahwa kita masih hidup sementara gambar yg datar itu simbol kematian. Artinya jangan takut gagal kawan dalam setiap hal, semakin rumit dalam submit artikel kita itu tandanya memperkaya kita dalam menjemput scopus”.

Diakhir kegiatan panitia menyampaikan hasil survey mengenai kebermanfaatan dan tindaklanjut kegiatan. Survey tersebut disampaikan oleh LPPM melalui kuesioner yang didistribusikan secara  online  melalui Whatsapp Group.   Pada kesimpulannya “dosen Universitas Terbuka berharap kegiatan ini berjalan secara periodik dan bervariatif, selain itu berharap ada pelatihan penulisan proposal untuk dapat menembus hibah dikti”. papar panitia pelaksana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *